Makna Simbolik Tradisi Pembacaan Yāsīn Faḍīlah: Studi Living Qur’an di Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan

Rohmah, Ahtim Miladya and mujahidin, anwar (2021) Makna Simbolik Tradisi Pembacaan Yāsīn Faḍīlah: Studi Living Qur’an di Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. ISSN 2614-4875; 285-296

[thumbnail of anwar_mujahidin_Pelestarian+Tradisi+Yasin+Fadilah.pdf]
Preview
Text
anwar_mujahidin_Pelestarian+Tradisi+Yasin+Fadilah.pdf

Download (571kB) | Preview

Abstract

Abstract
This study analyzes the phenomenon of the tradition of reading Yāsīn Faḍīlah in Jono
Village, Tawangharjo District, Grobogan Regency, which is unique in its procession, namely
that there is a slametan event which is permissible by request according to what ṣāḥibul
ḥajat wants. The purpose of this study is to find out the forms of tradition, describe the
preservation of tradition, and how symbolic meaning is created in the reading tradition of
Yāsīn Faḍīlah. The method used is qualitative with the type of case study research. As for
data collection in this study using the method of observation, interviews, and
documentation. Meanwhile, for data analysis, Bronislaw Malinowski's functionalism theory
and Herbert Blumer's symbolic interactionism theory were used. The results of this study
indicate that the tradition of reading Yāsīn Faḍīlah in Jono Village is divided into 3, namely:
Pre-Event, Implementation, and Post-Event. The preservation of this tradition is maintained
because the forms of these traditions meet the needs of the people in accordance with
Malinowski's theory, namely by fulfilling psycho-biological, social structural, and symbolic
needs. While the symbolic meaning is created into four parts, including: 1) The symbol of
the relationship with God. 2) Symbol of relationship with ancestors. 3) Symbol of
relationship with others. 4) Symbol of relationship with oneself.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis fenomena tradisi pembacaan Yāsīn Faḍīlah di Desa Jono
Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan yang memiliki keunikan dalam
prosesinya, yaitu terdapatnya acara selametan yang sifatnya bisa request sesuai apa yang
diinginkan oleh ṣāḥibul ḥajat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk
tradisi, mendeskripsikan kelestarian tradisi, dan bagaimana makna simbolik tercipta
dalam tradisi pembacaan Yāsīn Faḍīlah tersebut. Metode yang digunakan adalah
kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sedangkan untuk analisis data menggunakan teori fungsionalisme Bronislaw
Malinowski dan teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa tradisi pembacaan Yāsīn Faḍīlah di Desa Jono terbagi menjadi 3,
yaitu: Pra-Acara, Pelaksanaan, dan Pasca-Acara. Kelestarian tradisi ini tetap terjaga
disebabkan bentuk-bentuk tradisi tersebut memenuhi kebutuhan masyarakatnya sesuai
dengan teori Malinowski, yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan psiko-biologis,
struktural sosial, dan simbolik. Sedangkan makna simbolik tercipta ke dalam empat
bagian, diantaranya: 1) Simbol hubungan dengan Tuhan. 2) Simbol hubungan dengan
leluhur. 3) Simbol hubungan dengan sesama. 4) Simbol hubungan dengan diri sendiri.

Item Type: Journal Article
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Mrs Mujiati
Date Deposited: 06 Aug 2025 07:11
Last Modified: 06 Aug 2025 07:11

Actions (login required)

View Item View Item