Conflict Resolution between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah Congregations in Tumpak Rejo Hamlet, Ponorogo Regency

Safitri, Elsa Nurrohim and Mujahidin, Anwar (2022) Conflict Resolution between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah Congregations in Tumpak Rejo Hamlet, Ponorogo Regency. ISSN 2722-6700

[thumbnail of kamin,+Elsa+236-247.pdf]
Preview
Text
kamin,+Elsa+236-247.pdf

Download (218kB) | Preview

Abstract

AbstractNahdlatulUlama (NU) and Muhammadiyahare Indonesia's two largest and most influential socio-religious organizations. They have members all over the country and have different religious views, especially on aspects of religious rituals. These differences often give rise to friction in the realm of social life. This study aims to describe the conflict resolution problem between NU and Muhammadiyahin Tumpak Rejo Hamlet, Tambang Village, Pudak District, Ponorogo Regency. This study used a qualitative approach, and the data were obtained from interviews and observations with the residents of Tumpak Rejo Hamlet. This study shows that the conflict between NU and Muhammadiyahmembers also stems from differences in views about religious practices that take place in society. The role of the village government and community leaders succeeded in producing conflict resolution between the two community groups and, at the same time, creating tolerance and mutual respect between the two. This study concludes that cultivating an attitude of tolerance, a sense of togetherness, and mutual respect between communities is a resolution model that can overcome religious conflicts in society.Keywords: ConflictResolution, NU-Muhammadiyah, ToleranceAbstrakNahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyahadalah dua organisasi sosial-keagamaan terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Mereka memiliki anggota di seluruh negeri dan memiliki pandangan keagamaan yang berbeda-beda, terutama pada aspek ritual keagamaan. Perbedaan tersebut seringkali menimbulkan gesekan dalam ranah kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentangpenyelesaian konflik antara NU dan Muhammadiyah di Dusun Tumpak Rejo, Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan data diperoleh dari wawancara dan observasi dengan warga Dusun Tumpak Rejo. Kajian ini menunjukkan bahwa konflik antara warga NU dan Muhammadiyah juga bersumber dari perbedaan pandangan tentang praktik keagamaan yang terjadi di masyarakat. Peran pemerintah desa dan tokoh masyarakat berhasil menghasilkan penyelesaian konflik antara kedua kelompok masyarakat sekaligus menciptakan toleransi dan saling menghargai di antara keduanya. Kajian ini menyimpulkan bahwa penanaman sikap toleransi, rasa kebersamaan, dan saling menghargai antar masyarakat merupakan model resolusi yang dapat mengatasi konflik agama di masyarakat.

Item Type: Journal Article
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir
Depositing User: Mrs Mujiati
Date Deposited: 06 Aug 2025 07:27
Last Modified: 06 Aug 2025 07:27

Actions (login required)

View Item View Item